a. a. Awal kehidupan
yang menyakitkan
Disebuah Kota kecil di pesisir pantai, di kota itu ada banyak
sekali Restoran mulai dari warung rumahan sampai restoran bintang lima, aku
adalah pegawai di salah satu restoran yang ada di kota itu, aku bekerja di
sebuah kafe kecil sebuah kafe yang sangat nyaman dan penuh kenangan kafe itu
bernama “ALPHA” memang sebuah nama yang aneh untuk sebuah kafe tapi aku dengan
yakin bisa mengatakan kalau ini adalah kafe terbaik yang ada dikota ini.
Jumad 31 Maret 2017
Namaku Harfa kelas 11 usiaku 16 tahun, sekarang sudah pulang
sekolah hari ini jam 13.00 siang aku harus masuk kerja di sebuah kafe yang
jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku, aku langsung pergi kesana bertangkat
ke tempat kerjaku setelah pulang sekolah.
Saat perjalanan kesana mengunaan sepedaku aku akan melewati
beberapa tempat wisata yang ada di daerah sini, saat itu aku melewatinya sebuah
mawar hitam yang berada di kebuh bunga itu, aku menghampirinya dan ternyata
tidak hanya aku yang tertarik dengan mawar hitam itu, seorang wanita cantik
juga mendekati mawar itu, wanita yang belum pernah aku lihat mngkin dia turis.
“ diantara mawar merah, putih & hitam kamu pilih yang mana? Dan
kenapa kamu memilih warna itu? ” tanya waita itu kepadaku.
“ mungkin aku akan pilih hitam, karena itu mengingatkanku pada
temanku yang sangat merepotkan” jawabku sambil bertanya – tanya, siapa wanita
itu.
“ temanmu itu laki – laki / perempuan? “
“ dia laki – laki memangnya kenapa? “
“ baguslah mungkin masih ada kesempatan untuku ( dengan suara yang
agak samar – samar )“
“ kau bilang apa tadi? “
“ tidak apa – apa, boleh aku tanya siapa namamu? “
Namaku Harfa, setelah mengetahui namaku dia langsung pergi seperti
orang yang kecewa setelah mendengar namaku, dan aku lupa kalau aku harus
bekerja, kayuh sepeda secepat mungkin agar tidak terlambat, dan setelah sampai
di kafe itu aku langsung dimarahi oleh seniorku, gaya potongan ikal, usia 22
tahun, namanya Rian. (jomblo).
“jadi kenapa kamu telat?” tanya kak Rian.
“tadi ditaman bunga, aku bertemu dengan gadis yang sangat cantik”
jawab ku (Harfa).
“gadis cantik? Dimana? Antar aku kesana! Aku mau kenalan”
“kerja dulu baru pergi ketemu cewek” jawab kak Nisa sambil memukul kak
Rian mengunakan buku menu yang sangat tebal.
“aduh! Sakit tau!”
Dan mereka berdua bertengkar lagi, sebenarnya kak Nisa menyukai kak
Rian, tapi kak Rian yang tidak sadar dengan perasaan kak Nisa dan kak Nisa yang
tidak bisa jujur dengan perasaannya.
“kalian berdua selalu bertengkar. Tapi kalau dilihat – lihat kalian
berdua cocokya, kenapa kalian berdua tidak pacaran saja? Kalian kan sama – sama
jomblo!” ucap ku.
“ha! Siapa juga yang mau pacaran dengan (nenek sihir) (mie kriting)
ini!” mereka berdua kompak.
“tu kan! Kalian berdua kompak, kalian benar – benar cocok!”
“diam kau!” kompak lagi.
Dan sebagai akibat ucapanku itu ada dua buah buku menu yang
melayang tepat kearah mukaku. “sebenarnya apa salahku? (didalam hati)”.
Baiklah! Waktunya kembali bekerja!
Tugasku adalah sebagai pembuat minuman terutama kopi, parapelangan
bilang kalau kopi buatanku rasanya enak, tapi aku tidak tau itu benar atau
tidak.
Tink!!!!!! (suara tanda kalau kami harus mengakhiri pertengkaran
ini karena ada pelangan yang datang), selamat datang! Itu ucapan untuk
menyambut pelangan yang datang di kafe ALPHA ini, walaupun sudah umum,
“Harfa tolong satu cangkir kopi Espressso dan satu porsi senwice!”
kata pelangan yang baru datang.
Saip laksanakan.
10 Menit kemudian!
“Silahkan pesananya, satu kopi Espressso dan satu porsi senwice”
bagian pelayanan kak Nisa.
Kopi ini benar benar nikmat, terima kasih Harfa. Itu ucap para
pelangan, awalnya aku berfikir kalau hari ini cukup menyenangkan karena di kafe
ada banyak pelangan dan bisa dibilang hari ini sangat menbahagiakan untukku, di
pagi hari sebelum sekolah aku tidak perlu masak untuk sarapan karena tetangaku
memberikan makanan, saat di sekolah aku mendapat nilai yg baik dan normal saja
di sekolah, saat berangkat kerja aku ketemu dengan cewek yang cantik, dan kafe
hari ini pun rame dan lancar.
Tink!!!!!!! Suara kalau pelangan datang lagi tepat jam lima sore,
dan yang datang adalah seorang wanita dan wanita itu adalah wanita yang aku temui
saat berangkat kerja tadi. Dan ini adalah kebetulan!
“permisi apa saja menu di cafe ini?” tanya wanita itu
“silahkan ini buku menunya” dan aku yang melayaninya
“kamu kan laki lakki yang tertarik dengan mawar hitam itu. Kalau
tidak salah namamu Harfa kan? Ternyata kamu bekerja disini”
“ee, iya. Mau pesan apa?”
“apapun yang kamu rekomendasikan untuk ku!”
“baiklah”
Aku bertanya – tanya kenapa dia meminta rekommendasi dari ku,
akhirnya aku memberinya kopi late aec dengan gambar mawar di atasnya tapi dia
bilang kalau seleraku aneh, padahal dia sendiri yang minta rekomendasi “dasar
wanita yang aneh”.
Setelah wanita itu pergi pak bos pun datang ke kafe dan mengatakan
kepada kami kalau beberapa hari lagi akan ada kariawan baru yang datang, bos
kami bernama Aryan dia berusia 19 tahun, dai adalah pemuda yang jenius,
misterius dan tampan, tidak lupa kalau dia juga jomblo, satu hal yang ingin aku
ketahui dari dia adalah sebenarnya dia berasal dari mana? Karena saat aku
bertanya tempat asalnya dia henya menjawab kalau aku sudah tau dia berasal dari
mana “orang yang sangat misterius”, karena dia lebih tua dariku aku memangilnya
kakak, tapi dia tidak memperbolehkan hal itu, dia bilang “kau tidak pantas
memangilku kakak, seharusnya aku” itulah keanehan lain darinya.
Jam 9 malam, kafe tutup dan aku langsung pulang ke rumah inginya,
tapi bos bilang pulanglah memutar jalan, jangan lewat jalan yang biasanya! Tapi
aku tetap melewati jalan yang biasanya dan ditengah perjalanan aku melihatnya,
Black Rose.
Disebuah rumah aku melihat bercak darah dari jalan didepan pintu,
karena aku penasaran aku memasuki rumah itu dan aku menemukan satu keluarga
yang tergeletak dengan bandan yang sudah terpisah masing – masing menjadi lima
bagian, dan dikursi itu aku melihat seorang pria dengan mantel hitam yang
sedang minum kopi
“he!!! Ternyata ada saksi mata, apa yang harus aku lakukan? Membunuhnya
atau membiarkanya? Karena aku terlalu lama membuat kopi, jadi kau akan
membunuhnya saja” ucap orang itu
Aku akan mati! Itulah yang aku pikirkan sampai dia menghampiri aku
dan dia sudah di belakangku sambil menaruh pisau di leherku, aku akan mati!!!
Sekali lagi aku berpikir seperti itu, adhirnya dia mengerakkan pisaunya, tapi
ada orang yang menahan pisau itu.
“apakah kau benar – benar Black Rose? Cara membuhuh yang asal
asalan dan akan membunuh sandra, kau tidak seerti black rose yang aku kenal, tapi
cara bicara yang tenang dan selalu mengambil satu potongan dari tubuh korban
tidak salah lagi kalau kamu memang Black Rose, kalau tidak salah saat ini kamu
memiliki harga 500.000.000 kan, tunggu sebentar! Kalau mengingat swkarang
adalah tahun 2017 itu berarti kau adalah Black Rose yang pertama” kata seorang
pemuda yang datang entah dari mana.
“brisik!!! Siapa kamu, apa kamu Kortexs (seorang pemburuhadiah)” jawab
orang yang hampir membunuhku
“aku juga sama sepertimu, aku juga seorang Assassin, nama ku adalah
B**** **T / R***, kalau disini aku tidak memiliki harga, tapi di tempat lain
harga ku adalah 54.000.000.000. ”
“uang sebanyak itu bisa buat apa ya?” ucap ku didalam hati
“aku tidak pernah mendengarmu, terserah” ucap black rose
He?? Kenapa rasanya kepalaku pusing, aku melihat mereka berdua
berbicara, kenapa aku tidak bisa merasakan tubuhku, kenapa tubuhku???? Sekarng
aku tau dia sudah memengal kepalaku!
Aku bermimpi???
Apa ini kenyataan???
Aku sudah mati???
Aku melihat ada 5 orang yang menghampiriku, wajah mereka buram, aku
tidak bisa melihat apapun!
Sekarang aku yakin kalau aku telah terbunuh!
Selamat tinggal semuanya!!!
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!
Suara telefon...............
A: ada apa??
B: bagai mana keadaanya
di sana
A: sesuai
rencana, sifin telah mati!
B: baguslah,
sekarang kita hanya tinggal menunggu waktu hidup kembali....
(sekilas info:
A adalah orang misterius yang ada di depan harfa saat harfa di bunuh oleh black
rose, dan B adalah orang yang mengawasi mereka)
Next--->>
Next--->>